Showing posts with label Taubat. Show all posts
Showing posts with label Taubat. Show all posts

Tugas utama Rasulullah SAW adalah mengubah umat manusia menjadi insan ‘abid, saleh, dan mushlih (mampu melakukan perbaikan). Fokus pembinaannya dalam empat hal, yaitu menanamkan akidah, penyucian jiwa, mengajarkan Alquran dan hadis, serta membina keterampilan umat (QS al-Jumuah: 2).

Beliau telah melakukan tugasnya dengan sempurna sehingga generasi sahabat adalah generasi terbaik sebagaimana disabdakan, “Sebaik-baik abad adalah abad generasiku.’’ (HR Al Bukhari dan Ibnu Hibban). (Lihat QS at-Taubah: 100). Dalam memperbaiki perilaku bangsa Arab jahiliah, Rasulullah menggunakan beberapa cara mujarab.

Pertama, mengokohkan keimanan dan beribadah kepada Allah SWT. Keimanan ini akan menghasilkan ketenangan jiwa dan bertawakal kepada-Nya merupakan sendi untuk menjadikan hidup kita dalam kerangka ibadah kepada-Nya (lihat QS adz-Dariyat 56). Corak kehidupan Muslim seperti ini dijelaskan dalam QS al-An’am ayat 162.

Kedua, menanamkan ketakwaan dan memperbanyak zikrullah. Rasul bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada (HR Ahmad dan Turmudzi) dan beliau menjelaskan bahwa tempat takwa adalah hati (HR Muslim). Ketakwaan akan mengingatkan kita saat digoda iblis (QS al-A’raf 201).

Bila ketakwaan sudah menguasai hati, akhlak seseorang akan menjadi sangat mulia.

Ketiga, menanamkan keikhlasan dalam semua perbuatan. Allah menegaskan hal ini dalam QS az-Zumar ayat 1 dan al-Bayyinah ayat 5. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.’’(HR Bukhari).

Beliau juga menyuruh kita agar mewaspadai riya seraya bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kamu sekalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, ‘apakah syirik kecil itu?’ Beliau menjawab, ‘riya’.” (HR Ahmad).

Keempat, zuhud dan selalu mengingat akhirat.
Rasulullah mengingatkan para sahabat dengan akhirat dan menganjurkan agar merenggangkan diri dari dunia. Beliau bersabda, “Perbanyaklah menyebut penghancur kenikmatan, yakni kematian (HR Turmudzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Kelima, Rasulullah mendidik para sahabat untuk mencintai ilmu dan mempelajarinya.

Abu Abdurrrahman as-Sulami berkata, “Sahabat-sahabat Nabi yang membacakan Alquran kepada kami meriwayatkan bahwa mereka mempelajari 10 ayat dari Nabi dan belum mengambil 10 ayat yang lainnya sebelum memahami dan mengamalkannya. Lalu mereka berkata, “Kami mengetahui dulu ilmunya, lalu mengamalkannya.’’ ( HR Ahmad dan lainnya).

Keenam, memberikan teladan yang baik dan selalu paling terdepan mempraktikkan akhlak mulia sesuai dengan firman Allah dalam QS al-Ahzab:21 sebagai teladan beliau berada di atas akhlak yang agung (QS al-Qalam: 4).

Ketujuh, menanamkan kebebasan dan sikap yang positif.

Nabi bersabda, “Janganlah kamu menjadi orang plinplan lalu berkata, bila manusia baik, maka kami ikut baik, dan bila mereka zalim, kami pun ikut. Akan tetapi, bentengilah dirimu, bila manusia baik, kamu harus berbuat baik, dan bila mereka jahat, janganlah ikuti kejahatan mereka.’’(HR at-Turmudzi).

Kedelapan, memperhatikan kejiwaan orang yang mau diubah dan hal ini dilakukan secara berkesinambungan. Beliau selalu berbicara dengan setiap orang sesuai dengan kondisi mukhothob.

Kesembilan, mengikutsertakan orang lain dalam melakukan perubahan dan menyiapkan ahli di bidang tertentu.

Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.’’ (HR al-Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa kewajiban untuk menyampaikan ajaran Alquran bukan hanya bagi Rasulullah, melainkan setiap Muslim wajib menyampaikannya.

Kesepuluh, bervariasi dalam cara mengubah, seperti dengan membuat perumpamaan, bercerita, diskusi, ataupun menggambar agar tidak muncul kebosanan dalam diri para sahabat. Semoga kita bisa meneladani Rasulullah.

Sumber:Republika & Ikadi Oleh: Prof Dr Achmad Satori Ismail

Seorang rasul yang sangat mulia dan kita semua paham bahwa perilakunya Tegas sampai mengatakan ingin membakar rumah-rumah mereka! Tentu ini bukan hal yang biasa. Rasul Muhammad SAW begitu sayang umatnya sehingga tidak rela melihat mereka pada nantinya masuk ke dalam neraka jahanam. Makanya beliau begitu bersemangat mengajak umatnya untuk melakukan shalat berjamaah , terlebih lagi shalat subuh dan shalat Isya', hal ini ditegaskan dalam sebuah hadist :

Dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا

 وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي

 بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi seorang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung didalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah, sehingga aku bakar rumah mereka. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Shalat subuh merupakan shalat yang agung lagi disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari, karena pada saat shalat subuh itulah mereka bergantian, malakait malam naik ke langit dan malaikat siang turun ke bumi. Barangsiapa yang mengerjakannya secara berjamaah -dengan syarat dia juga mengerjakan shalat isya secara berjamaah- maka sungguh seakan-akan dia telah shalat semalam suntuk. Dan orang yang mengerjakan shalat subuh maka dia berada dalam tanggungan, jaminan, dan penjagaan dari Allah. Dialah yang akan mengambilkan haknya dari orang lain yang telah melanggar haknya dengan kezhaliman. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist :

Usman bin Affan berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ

 وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim)

Jundab bin Abdillah Al-Qasri berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ

 فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim)






Semua keutamaan di atas hanya pantas didapatkan oleh seorang mukmin sejati. Karenanya shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat subuh ini, karena mereka tidak pantas untuk mendapatkan semua keutamaan di atas. agar sekiranya kita bisa menjauhi sifat dan sikap yang demikian berikut ada beberapa tips agar bisa melaksanakan shalat isya' dan subuh secara berjama'ah :
  1. Tanamkan pada diri anda bahwa melakukan sholat itu suatu kebutuhan.
  2. Niatkan karena Allah. Bila niat sudah kuat, maka kemenangan akan tergapai.
  3. Selalu berdoa sebelum tidur, sebab doa itu adalah bagian dari ibadah.
  4. Usahakan jangan tidur terlalu malam agar tubuh cukup waktu istirahatnya.
  5. Lakukan dengan penuh komitmen dan hukumlah diri sendiri bila kesiangan sholat subuhnya.
  6. Sholat subuh itu akan membuat kita sehat. Apalagi bila kita telah mandi. Badan serasa segar.
  7. Tanamkan pada diri bahwa sholat berjamaah lebih baik daripada sholat sendirian
Semua adalah kembali kepada pribadi masing - masing orang, dengan niat tulus , ikhlas dan berserah diri serta bersungguh - sungguh , maka insya allah akan dimudahkan segala urusan baik ibadah duniawi maupun ukhrawi.

Wallahu A'lam

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang orang yang senang bersuci , Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji kepada-Mu. Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq di sembah selain Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan setan atau orang yang berwatak setan, berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya , dan berbuat bodoh atau dibodohi

Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untuk-ku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya.

Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku Ya Allah, ciptakan-lah cahaya untukku dalam kuburku dan cahaya dalam tulangku Tambahkanlah cahaya untukku, karuniakanlah bagiku cahaya di atas cahaya

Setiap manusia pasti pernah melakukan salah dan dosa. Akan tetapi, sebaik-baik diantara mereka adalah yang segera memohon ampun kepada Allah atas dosanya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,

ومن يعمل سوءا أو يظلم نفسه ثم يستغفر الله يجد الله غفورا رحيما

Siapa yang melakukan perbuatan jelek (suu’) atau mendholimi dirinya, kemudian memohon ampun kepada Allah, maka ia akan menemukan bahwa Allah itu maha pengampun dan penyayang.

Selain seruan untuk bertaubat, dan janji Allah untuk mengampuni dosa mereka yang bertaubat dengan sesungguhnya, ayat tersebut di atas juga menunjukkan bahwa perbuatan dosa sesungguhnya merupakan bentuk kedholiman terhadap diri kita sendiri. Manusia akan merugi dengan dosa yang dilakukannya.
Allah juga berfirman,

واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات

Dan mohon ampunlah (kepada Allah) atas dosamu dan kamu mukmin laki-laki dan perempuan.
Jika kita memohon ampun lepada Allah dengan jujur dan keinginan kuat untuk tidak mengulanginya, insyaAllah dosa kita pun akan diampunkan oleh Allah, sebagaimana firman-nya,

واستغفر الله إن الله كان غفورا رحيما

Mohon ampunlah lepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun dan penyayang.
Dalam ayat lain Allah berfirman,

فسبح بحمد ربك واستغفره إنه كان توابا


Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, dan mohon ampunlah lepada-Nya, karena sesungguhnya ia penerima taubat.
Bahkan jika kita sungguh-sungguh dengan taubat kita dan menjaga ketaqwaan kepada Allah, maka Allah pun nantinya akan memberikan penghidupan yang baik berupa sorga,

للذين اتقوا عند ربهم جنات

Bagi mereka yang bertakwa, disisi Allah kebun-kebun (sorga)
Selain itu, di dunia ini sekali pun, Allah tidak akan mengadzab kita selama kita senantiasa memohon ampun kepada Allah dan menjadikan syariat nabi sebagai tuntunan hidup.
Allah berfirman,

وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون

Maka tidaklah Allah akan mengadzab mereka sementara engkau ada bersama mereka (wahai Muhammad), dan tidak pula Allah akan mengadzab mereka sementara mereka senantiasa memohon ampun (kepada Allah).
Demikianlah istighfar mempunyai peran yang sangat penting dalam hidup kita. Bahkan kebiasaan istighfar ini merupakan ciri-ciri hamba yang dicintai oleh Allah.
Allah berfirman,

والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله ولم يصروا على ما فعلوا وهم يعلمون

Dan mereka yang jika melakukan kejelekan atau mendholimi diri mereka, segera ingat kepada Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya. Dan siapa yang mengampuni dosa selain Allah, dan tidaklah mereka mengulangi (kesalahan) yang mereka lakukan, dan mereka mengetahui.
Demikianlah janji Allah bagi mereka yang bertaubat dengan taubat sesungguhnya. Bukan yang bertaubat kemudian mengulangi kesalahan. Atau dalam masyarakat kita sering disebut sebagai taubat sambal.
Maka, sebagai muslim yang baik hendaknya kita senantiasa membiasakan diri untuk selalu memperbanyak istighfar kepada Allah.
Rasulullah yang sudah Allah jamin kemaksumannya, beliau beristighfar seratus kali dalam sehari.
Beliau rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

وإني لأستغفر الله في اليوم مئة مرة

Dan sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.
Dari Ibnu Umar, diriwayatkan bahwa Rasulullah sering beristighfar dengan ucapan berikut,

رب اغفر لي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم


Ya Allah, ampunilah aku dan aku bertaubat (kepada-Mu), sesungguhnya Engkau maha pengampun dan penyayang.
Ibnu Mas’oed berkata bahwa, Rasulullah juga sering bersitighfar dengan bacaan,

أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه


Aku mohon ampun kepada Allah, Zat yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Ia, yang maha hidup dan terus mengurus (makhluk-Nya), aku bertaubat kepada-Nya.
Sementara istighfar harian (sayyidul istighfar) yang sering dibaca rasulullah adalah,

اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت أعوذ بك من شر ما صنعت أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

Ya Allah, engkau adalah Rabb- ku, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Yang menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan memenuhi janji-janjiku kepada-Mu sepenuh kemampuanku.Aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan jelekku. Aku mengakui nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku pun mengakui dosa-dosaku. Maka ampunkanlah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Rasulullah bersabda,

من قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة ومن قالها من الليل وهو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة

Barang siapa yang membacanya (sayyidul istighfar di atas) pada siang hari dan ia yakin dengannya kemudian meninggal pada hari itu sebelum sore, maka ia merupakan ahli sorga. Dan barang siapa yang membacanya pada malam hari dan ia yakin dengannya kemudian meninggal sebelum subuh, maka ia merupakan ahli sorga.
Suatu janji dan ganjaran yang cukup menggiurkan bagi hamba yang merindukan sorga Allah.
Dari Tsauban radi’allahu anhu, diriwayatkan bahwa rasulullah biasanya beristighfar tiga kali setelah sholat, kemudian membaca,

اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت ياذا الجلال والإكرام

Ya Allah, atas-Mu keselamatan, dari-Mu keselamatan, keberkatan atas-Mu wahai yang maha mulia dan agung.
Dari Ai’syah diriwayatkan bahwa sebelum meninggal, Rasulullah banyak beristighfar dengan mengucapkan,

سبحان الله وبحمده أستغفر الله وأتوب إليه

Maha suci Allah dengan segala kemuliaan-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.
Jika Rasulullah sedemikian banyaknya beristighfar kepada Allah sementara beliau adalah manusia paling suci dan sudah dijamin sorga oleh Allah, maka bagaimana dengan kita?.

Disunting dari رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين-للإمام أبو زكريا يحيى بن شرف النووي

Adam dan istrinya adalah manusia pertama yang berbuat dosa karena melanggar perintah Allah yaitu memakan buah terlarang yang mengakibatkan terpisahnya hubungan yang begitu harmonis antara Allah dan manusia, yang mengakibatkan semua keturunannya juga terpisah dengan Allah dan suka berbuat dosa. Baik Alquran maupun Alkitab menyatakan bahwa setiap manusia telah berbuat dosa tanpa kecuali, baik itu nabi, rasul, kyai, pendeta, pastor, biksu dll. Selagi mereka masih menyandang gelar manusia maka mereka adalah orang berdosa. Ayat ayat Al-Quran dan Alkitab di bawah ini membuktikan bahwa semua manusia berbuat dosa.

"…Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci …" (QS. 53 An Najm - bintang - 32)

"sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. (QS. 100 Al Aadiyaat - kuda perang berlari cepat 6-7)

"Setiap anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan ketika lahirnya itu, lalu ia memekik menangis karenanya, selain Maryam dan anaknya. (Hadits Shohih Bukhori 1493)

Alkitab juga berkata:

"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mazmur 51 : 7)

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3 : 23)

Oleh karena itu setiap orang, siapapun mereka, pemimpin pemimpin agama sekalipun telah mengakui bahwa dirinya adalah orang berdosa, yang membutuhkan pengampunan dosa. Alquran mencatat beberapa contah tokoh agama dan nabi dengan jujur mengatakan bahwa dirinya orang berdosa yang setiap saat memohon pengampunan dari Yang Maha Pengampun; antara lain:

Adam dan Hawa

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan membri rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang orang yang merugi." (QS. 7 Al A'raaf - tempat tertinggi -23)
Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim juga berkata:

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang orang mu'min pada hari tejadinya hisab." (QS. 14 Ibrahim 41)

Dari Abu Huraira r.a. katanya: "Saya dengar Rasulullah saw. Besabda: "Demi Allah ! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari tuju puluh kali." (Hadits Shohih Bukhori. 1732)

HUKUMAN ATAS DOSA

Karena Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana maka setiap pelanggaran atau dosa yang telah dilakukan manusia tidak akan diluputkan Allah dari penghukuman. Allah Maha Kudus maka Dia tidak akan kompromi dengan ketidak kudusan atau dosa sekecil apapun, dan setiap dosa yang dilakukan manusia akan mendapat upahnya, apapun status dan kedudukan manusia itu. Ayat ayat Alquran dan Alkitab berikut ini memperjelas hukuman apa yang akan diterima oleh setiap manusia yang berdosa dari Tuhannya.

Dan tidak ada seorangpun dari padamu melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang orang yang bertaqwa dan membiarkan orang orang yang dzalim di dalam neraka keadaan berlutut. (QS. 19 Maryam 71 - 72)

"Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa beselisih pendapat, kecuali orang orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia yang (durhaka) semuanya." (QS. 11 Huud 118 - 119)

Wallahu A'lam

Sebagai agama yang sempurna, Islam sangat memperhatikan bukan hanya hal-hal yang berhubungan dengan Allah Subhanahu Wata'al secara vertikal, tetapi juga yang berhubungan dengan sesama manusia secara horizontal. Hal ini terlihat dari doktrin iman dan amal saleh.


Kedua konsep ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena apabila salah satu dari keduanya tiada maka kesempurnaan dari salah satunya akan berkurang. Iman tanpa amal itu hampa sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Iman adalah fondasi sedangkan amal adalah implementasi.

Hal ini terlihat dari sabda Nabi SAW: “Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR. Ath-Thabrani).

Dalam hadis lain, Nabi bersabda; “Celaka orang yang banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan perbuatannya.” (HR. Ad-Dailami). Kesatuan konsep iman dan amal ini tergambar dari ayat-ayat Alquran. Di dalam Alquran, Allah Subhanahu Wata'ala sering kali menggandengkan kata iman dengan amal saleh.

Seperti dalam firman-Nya: “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah : 82).

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Muslim).

Hadis ini dengan jelas memperlihatkan bahwa ada hubungan sebab-akibat antara iman dan amal. Apabila seseorang memiliki keimanan (kepada Allah dan hari kiamat) maka hendaklah ia beramal shaleh, dalam hal ini hendaklah ia berbuat baik kepada tetengganya, memuliakan tamunya, dan berkata baik atau diam.

Doktrin iman dan amal shaleh ini juga mencerminkan bahwa Islam bukan hanya mementingkan urusan pribadi (keshalehan individual) tetapi juga sangat peduli dengan urusan sosial (keshalehan sosial). Seorang manusia sempurna (insan kamil) adalah manusia yang teguh imannya dan banyak amal salehnya.

Wallahu A'lam





Allah SWT menegaskan dalam Alquran, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doamu.”lam ayat yang lain lain Allah SWT mengemukakan, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah Aku ini dekat, Aku mengabulkan doa apabila mereka berdoa kepada-Ku...”

Namun, banyak orang yang malas berdoa. Atau, kalaupun berdoa, dia sering tidak yakin. Apalagi bila ternyata setelah dia berdoa, apa yang dia minta tidak langsung Allah kabulkan, atau Allah memberikan yang lain, bukan seperti yang di minta. mustinya hal tersebut justru mengajarkan kepada kita agar tidak pernah lelah berdoa. Setelah melalui perjuangan berliku dan tidak pernah menyerah berdoa, hingga akhirnya sampai pada kesadaran bahwa Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Berbagai persoalan hidup dengan mengutamakan kekuatan doa ini memaparkan, ketika kita mohon kepada Tuhan kekuatan, Dia memberi kita kesulitan agar kita menjadi kuat; ketika kita minta pada Tuhan kebijaksanaan, Dia dia memberi kita masalah untuk dipecahkan; ketika kita memohon pada Tuhan kesejahteraan, Dia memberi kita akal untuk berpikir; ketika kita minta kepada Tuhan keberanian, Dia memberi kita kondisi bahasa untuk kita atasi; ketika kita minta pada Tuhan sebuah cinta, Dia memberi kita orang-orang bermasalah untuk kita tolong; ketika kita minta pada Tuhan bantuan, Dia memberi kita kesempatan.

Salah satu pelajaran berharga yang harus kita ketahui adalah bahwa “Tuhan memang tidak pernah ada habisannya untuk memperlihatkan kebesaran-Nya, dan tuhan yang dalam hal ini Allah Subhanahu Wata'ala senantiasa memperlihatkan tanda - tanda kebesaran-Nya serta senantiasa mengurus makhluk-Nya" (al ayat)

Siapa saja yang ingin meraih hidup dan menikmati hidup lebih baik dan siapa saja yang ingin menjadikan dirinya lebih baik dari waktu ke waktu dengan kekuatan doa, maka senantiasalah melaksanakan segala Perintah-Nya dan menjauhi segala Larangan-Nya. 

berdoa dan berusaha serta kemudian di iringi dengan tawakkal akan membawa ketenangan menuju Tangga-Tangga Hati Yang Tentram.

Wallahu A'lam

Allah SWT menurunkan risalah Islam kepada manusia mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW dalam bentuk kitab-kitab suci dan suhuf-suhuf, semata-mata hanya untuk kemaslahatan manusia. Dengan kata lain, Allah SWT sama sekali tidak punya kepentingan apakah risalahnya itu ditaati atau tidak, manusia diberi hak sepenuhnya untuk memilih antara beriman atau kufur (al-Kahfi: 29).

Bagi yang memilih beriman, Allah SWT memperingatkan, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan tidak menelan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih” (al-Baqarah: 174). Peringatan ini mengisyaratkan bahwa pasti akan ada manusia yang berusaha menyembunyikan kebenaran Allah.

Kata yaktumuuna (menyembunyikan) mengandung pengertian sesuatu itu sudah ada terlebih dulu lalu dicoba disembunyikan, yang dalam konteks ayat ini adalah ‘kebenaran yang datang dari Allah’. Konotasi ‘menyembunyikan’ juga bisa diartikan sebagai sebuah rekayasa perlawanan, seolah-seolah yang datang bukan kebenaran yang sesungguhnya. Misalnya, yang datang kebenaran Adzab, tapi yang dimunculkan bukan adzab.

Dahulu para rasul selalu dihadapkan dengan keberadaan manusia-manusia semacam ini sehingga akhirnya tidak ada kitab suci selain Alquran yang bisa dipertahankan kesuciannya. Mereka tidak sekadar adh dhal (orang yang sesat), tapi al mudhillu (sesat dan menyesatkan). Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ketika Alquran diturunkan, Allah SWT tidak lagi menyerahkan kepada manusia untuk menjaganya "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"(al-Hijr: 9).


Kendati Alquran dijaga langsung oleh Allah SWT sehingga kesuciannya akan tetap terjaga sampai kiamat, sebagian dari kebenaran Alquran tetap ‘tersembunyi’ bagi mayoritas Muslim yang awam. Semua ini terjadi karena sebagian ulama mengungkapkan, para da'i sudah enggan mengangkat kebenaran-kebenaran Alquran yang memang sangat bertentangan dengan kebatilan yang sedang dinikmati oleh mayoritas mereka yang berkuasa dan tergiur serta lalai dengan kekuasaan, bahkan mungkin mereka sudah terlampau berani dan mengingkari serta sebagian lagi mungkin karena takut dan sebagian lagi karena mengetahui yang lahiriah saja sedangkan negeri akherat mereka lalai (al ayat).

Mereka sembunyikan kebenaran ayat-ayat Alquran lewat bahasa verbal mereka dengan menyatakan bahwa Alquran sudah tidak relevan untuk kehidupan masa kini. Hukum potong tangan bagi pencuri, qisas bagi pembunuh, rajam atau cambuk bagi pezina adalah bertentangan dengan hak asasi manusia. Sudah sangat langka yang membahas ayat-ayat jihad karena takut dituduh ‘mbahnya’ teroris ataupun radikal.

Paling tidak ada empat ancaman bagi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran Allah dan menjualnya dengan harga yang murah. Pertama, tindakan mereka tak ubahnya dengan menyiapkan bara api neraka sepenuh perut mereka. Allah mengancam mereka akan menjadi penghuni neraka jahanam. Kedua, Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat. Ketiga, Allah SWT tidak akan pernah menyucikan mereka dari kekufuran dan dosa yang mereka perbuat. Keempat, siksa yang teramat pedih. Na’udzu billah min dzalik!

Wallahu A’lam bish shawab.

Gambar Imajinasi Neraka ( hell )



Photo Imajinasi Neraka ( hell )



Wallpaper Imajinasi Neraka ( hell )


Imajinasi Gerbang Neraka ( hell )

Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat. Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya Tanyalah apa yang engkau kehendaki :

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim

Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau maka engkau akan jadi orang paling kaya

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi Allah Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah niscaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah

Dia berkata : Aku mau disempurnakan imanku Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna


Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin.
Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin


Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat

Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa niscaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa

Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahaya Baginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya

Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain niscaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat

Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosaku Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar niscaya akan dihapuskan( kurangkan ) segala dosamu

Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusia Baginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain niscaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusia Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah niscaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia

Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh Allah Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadas ) niscaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka

Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain niscaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya

Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram niscaya segala permohonanmu akan diterimaNya

Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain niscaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat

Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan,mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan

Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala )

Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan

Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ? Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang

Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat? Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah

Jabir bin Abdullah berkata, “Pada suatu hari sewaktu saya bersama baginda Rasulullah SAW maka tiba-tiba datang seorang lelaki yang berwajah putih bersih, rambutnya pun sangat cantik dan dia memakai pakaian yang putih.

Lalu dia menghampiri Rasulullah SAW dengan berkata: “Assalamualaikum ya Rasulullah, apakah artinya dunia itu?”Maka Rasulullah SAW pun bersabda,”Dunia itu adalah impian orang yang tidur".

”Bertanya orang itu lagi, “Apakah artinya akhirat itu ya Rasulullah SAW?”Bersabda Rasulullah SAW, “Satu kumpulan manusia yang berada didalam Syurga dan satu kumpulan lagi berada didalam Neraka Sa’ir.

”Orang itu bertanya lagi, “Apakah Syurga itu?”Bersabda Rasulullah SAW, “Sebagai ganti dunia untuk mereka yang menjauhkan dunia, karena sesungguhnya nilai harga Syurga itu sama dengan menjauhkan dunia ini.

”Bertanya orang itu lagi, “Apakah Jahanam itu?”Maka bersabda Rasulullah SAW, “Jahanam itu adalah sebagai ganti dunia bagi mereka yang mencarinya.

”Bertanya orang itu lagi, “Siapakah sebaik-baik umat ini?”Bersabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik umat ialah yang taat kepada Allah SWT.

”Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana yang dikatakan orang yang taat itu?”Bersabda Rasulullah SAW, “Orang yang berusaha bersungguh-sungguh sebagaimana orang mencari kafilah.”Orang itu bertanya lagi, “Seberapakah ketentuan taat itu?”Bersabda Rasulullah SAW, “Seperti kira-kira perbedaan dari kafilah.

”Bertanya orang itu lagi, “Berapa jarak jauhnya dunia dengan akhirat?
”Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekadar memejamkan mata saja.

”Jabir melanjutkan ceritanya, “Setelah orang itu pergi kami tidak lagi melihat orang itu selepas itu.”Rasulullah SAW bersabda, “Lelaki yang datang tadi adalah Jibril as, dia datang kepada kamu supaya kamu semua menjauhkan diri dari dunia dan supaya kamu mencintai akhirat".


Bersabda Rasulullah SAW lagi, “Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptakan makhluknya yang lebih dibenci selain dunia, bahkan Allah tidak melihatnya sejak menciptakannya.”Dunia ini adalah satu alam khayalan yang mana satu masa nanti juga akan musnah, jadi apalah gunanya kita mengejar dunia setelah kita tahu bahwa akhirat saja yang kekal.Gunakanlah dunia ini untuk kita mengumpulkan bekal amal untuk dibawa ke akhirat, janganlah kita menjadi orang bodoh, sebab orang yang bodoh hanya suka mengejar dunia. Seluruh masa dan tenaganya dihabiskan semata-mata untuk mendapatkan dunia". (dari berbagai sumber)

Wallahu A'lam 

5 Tanda Orang Bertaqwa menurut Sayyidinna Usman bin Affan :

Tidak suka bergaul kecuali bergaul dengan orang-orang yang sholeh / sholehah, yang menjaga lisannya.

Seperti penggalan lagu Tombo Ati, salah satunya adalah bergaul dengan orang-orang sholeh karena kita akan mendapatkan banyak dakwah, masukan, kritik yang membangun dan ketenangan bila mendapatkannya dari orang-orang yang hanya mengucap kebenaran.

Jika mendapat musibah duniawi, ia menganggapnya sebagai ujian dari Allah SWT.

Salah satu yang mengangkat diri kita di mata Allah adalah lulusnya kita dari ujian yang diberikanNya. Ujian bukan hanya yang bersifat bala musibah, namun kenikmatan dalam hidup ini adalah ujian yang lebih besar. Bila diberikan musibah orang lebih mudah ingat kepada Allah namun saat diberi ujian kenikmatan, saat itulah Allah benar-benar sedang menguji kita.

Jika mendapat musibah dalam urusan agama ia akan sangat menyesalinya.

Teringat cerita Syaidina Umar bin Khattab yang ketinggalan satu rakaat shalat Ashar di Masjid hanya karena beliau sedang asyik berada dalam kebun kurmanya. Mengetahui dirinya telah tertinggal satu rakaat dalam berjamaah, Syaidina Umar pun begitu menyesali perbuatannya sehingga kebun kurma yang dianggap sebagai penyebab musibah itu akhirnya dijual.

Tidak suka memenuhi perutnya dengan makanan haram & tidak sampai kenyang.

Ini merupakan manifestasi dari sabda Rasulullah yang berbunyi ‘Makanlah sebelum engkau lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang‘. Sungguh suatu perintah yang seakan-akan mudah dilaksanakan namun saat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari betapa sulitnya melakukan hal itu. Dari sinilah bentuk ketakwaan seorang mukmin dibentuk.

Apabila memandang orang lain, orang itu lebih sholeh dari dirinya. Tapi bila memandang diri sendiri, dirinya adalah orang yang penuh dosa.

Nampaknya banyak diantara kita, apalagi yang telah diberikan hidayah dari Allah berupa kenikmatan dalam beribadah, kemudahan dalam bertahajud, keringanan dalam berpuasa sunah atau keindahan dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, mudah menganggap dirinya lebih sholeh dibanding lainnya. Padahal sikap merendah adalah salah satu yang dianjurkan oleh Rasul. Belajar tawadhu’ dan senantiasa melakukan amal ibadah tanpa membandingkan dengan orang lain adalah start yang baik untuk meningkatkan kualitas ketakwaan diri.







Ada 4 waktu yang tidak boleh disia-siakan, yaitu:

Waktu untuk bermunajat

Setiap saat, bahkan saat mau tidur pun disunnahkan bertasbih, berzikir atau membaca Kalamullah. Bila kita tertidur saat kita sedang bermunajat, insya Allah kita dianggap sedang berdoa selama kita tidur, subhanallah.

Waktu untuk meminta maaf dan berterima kasih

Tanpa pernah tahu kapan kepulangan kita ke Illahi Robbi, manfaatkan waktu yang ada untuk meminta maaf atas segala kesalahan kita dan berterima kasih kepada siapa-siapa yang telah membantu kita dalam hal apapun. Terutama bagi yang masih memiliki orang tua, sekarang juga kirim doa dan hubungi mereka, ucapkan maaf dan terima kasih atas segala yang telah mereka lakukan kepada kita.

Waktu untuk mengevaluasi diri

Bertafakur, mengingat-ingat kembali dosa yang pernah dilakukan dan berjanji untuk tidak melakukannya kembali adalah perbuatan terpuji. Kadang dengan seringnya kita mengevaluasi diri kita, apa-apa yang menjadi kekurangan maupun kelebihan dalam hidup ini, dapat menjadikan modal yang berharga untuk masa depan.

Waktu untuk beramal sholeh

Tidak perlu menunggu tanggal gajian, seberapapun yang kita miliki saat melihat ada yang sedang membutuhkan, mari ulurkan tangan. Allah akan melihat sekecil apapun amal ibadah kita dan akan menggantinya berlipat ganda apabila keikhlasan ada dibalik perbuatan kita membantu sesama.

Wallahu A'lam

Diantara Adab - Adab Qalbu yang penting dalam ibadah , terutama dalam ibadah - ibadah dzikriyyah yang bertujuan untuk mengingat Allaah adalah sikap thuma'ninah ini bukan sekedar seperti yang dipaparkan oleh ahli fiqih dalam shalat yakni ketenangan fisik, melainkan upaya seorang pesuluk untuk beribadah dengan qalbu yang hening dan pikiran yang tenang.

Karena , bila suatu ibadah dilakukan dengan keguncangan dan keruwetan kalbu , maka pasti tidak akan muncul penghayatan dan tidak bakal timbul pengaruh yang berarti dalam kalbunya. akibatnya suatu bentuk batin yang baik sebagai inti ibadah tidak akan tercipta didalam kerajaan kalbunya. akibatnya suatu bentuk batin yang baik sebagai inti ibadah tidak akan tercipta didalam kerajaan qalbunya.

Padahal salah satu tujuan mengulang ulang suatu ibadah dan memperbanyak suatu bacaan dzikir dan wirid adalah agar kalbu ini bisa menyerap dan mendapatkan pengaruh darinya, lalu secara bertahap sisi batin pesuluk akan bersatu dengan hakikat dzikirnya dan kalbunya berpadu dengan ruh dalam ibadahnya.

Selama kalbu seseorang belum mempunyai kemantapan, ketenangan, thuma'ninah dan keheningan, maka segala dzikir dan ibadahnya tidak akan memberikan pengaruh apapun padanya. ibadah lahiriahnya tidak akan mengalir kedalam sisi maknawi dan sisi ukhrawinya , serta amal ibadahnya tidak akan memberikan manfaat apapun pada kalbunya.

Perkara ini telah begitu nyata sehingga tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut dengan merenungkan sebentar karena pada akhirnya semua akan mudah kita pahami dengan apa yang kita alami. karena manakala qalbu tidak merasakan kesan apapun dari suatu ibadah dan ibadah itu sendiri tidak menampakkan pengaruh didalam batin, maka pelakunya tidak akan bisa memelihara diri akan bentuk batin ibadah itu.

Ibadah yang demikian bahkan bisa saja menghapus sama sekali apa yang telah dilakukannya, dengan kata lain tidak berbekas apapun kecuali hanya gerakan dalam ibadah. Sehingga terkadang dan seringkali hilang dari Qalbu seseorang ketika ia sedang melaksanakan ibadah, dan pada gilirannya kelak ia akan menghadap dengan tangan hampa.

Wallahu A'lam.

 رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ

 قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا

 عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


"Our Lord! Punish us not if we forget or fall into error, Our Lord! Lay not on us a burden like that which You did Lay on those before us ; Our Lord! put not on us a burden greater than we have strength to bear. Pardon us and grant us Forgiveness. have Mercy on us. You are Our Maulâ (Patron, Suppor-ter and Protector, etc.) and give us victory over the disbelieving people."


Ya Allah Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.

Ya Allah Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Allah Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati pula oleh semua mahluk yang dapat mela'nati.

kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan kebenaran, maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.

Mereka kekal di dalam la'nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh. 

Al Baqarah : 159 - 162

Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan, pelihara-lah aku bersama mereka yang telah Engkau peliharaberikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku, 

Dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan, karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukumi , 

Dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi 

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi, Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampunan dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu

Wahai sekalian manusia!. Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan dengarlah apa-apa yang disabdakan oleh Nabi kalian, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, “Apakah kalian mau jika aku beritahukan kepada kalian tentang perbuatan yang paling baik dari puasa, shalat dan shadaqah?. Mereka menjawab: Mau wahai Rasulullah?. Beliau menjawab, “Yaitu mendamaikan pertikaian antara sesama muslim, sesungguhnya rusaknya hubungan antara sesama muslim adalah sebagai pemangkas, aku tidak mengatakan memangkas rambut namun dia bisa memangkas agama”. HR. Ahmad, Abu Dawud dan Turmudzi.

 Ketahuilah bahwa di antara perkara yang sangat diperhatikan oleh agama ini, adalah terbentuknya masyarakat yang solid dengan menciptakan perdamaian antara mereka yang bertikai, setiap individu berusaha secara bersama dalam menyatukan kembali sendi-sendi masyarakat tercerai berai, memperbaiki bagian yang terpecah dan hasil yang ingin dituju adalah terbentuknya masyarakat yang baik dan tegaknya jama’ah dalam kesatuan, saling menguatkan dalam menjaga hak-hak pribadi, tolong menolong, dan saling membantu dalam mewujudkan hak-hak bersama dengan mengembangkan sikap berani berkorban, mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, menjaga kehormatan dan membela kemaslahatan masyarakat. 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyebutkan di dalam kitabNya yang mulia beberapa faktor positif yang bisa menjamin terbentuknya pribadi dan masyarakat yang baik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 قال الله تعالى: لاَّ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” QS. Al-Nisa’: 114.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjanjikan pahala yang paling baik dan besar bagi setiap orang yang berupaya memperbaiki pertiakain yang terjadi antara sesama manusia dalam segala urusan mereka, guna menjaga persatuan jama’ah kaum muslimin. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى: وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” QS. Al-Nisa’: 114.

Bersambung Insya Allah

Wallahu A'lam

Mendamaikan Pertikaian Antara Sesama Muslim

Segala puji bagi Allah yang Maha terpuji dalam setiap keadaan, yang memiliki segala sifat mulia dan kesempurnaan, yang memberikan segala nikmat dan karunia, yang telah menurunkan bagi hambaNya sebuah kitab yang lurus dan benar, untuk memperingatkan manusia tentang siksa yang sangat pedih dari sisiNya, dan memberikan kabar gembira berupa surga bagi orang-orang yang beriman, yang beramal shaleh bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. 


Aku memuji Allah Yang Maha Suci, Dialah Allah Yang Maha Terpuji atas segala keadaan dan dalam segala hal. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, Tuhan orang-orang yang baik, Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Dia telah memerintahkan kepada kalian untuk bertaqwa kepadaNya dan mentaati RasulNya dan mendamaikan antara orang-orang yang beriman jika kalian termasuk orang-orang yang beriman.

Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya imam bagi orang-orang yang bekerja untuk terus berjuang memperbaiki kerusakan, dan pemimpin bagi orang-orang yang mendapat petunjuk dan memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, yang memiliki sifat yang disebutkan di dalam firmanNya :

 قال الله تعالى: وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”. QS. Ali Imron: 159. 

Ya Allah sampaikanlah shalawat dan salam yang banyak kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad dan kepada keluarga serta para shahabatnya, sebagai sahabat dan keluarga terbaik, mereka adalah orang-orang yang mengikuti jejak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan menjadikan mereka sebagai tauladan mereka. 

Bersambung Perjanjian Perdamaian Insya Allah 

Wallahu A'lam


Sebagaimana kita ketahui bahwa Penyakit Hati (iri , hasud, dengki , buruk sangka , dendam , dll) adalah penyakit psikis yang kronis dan sangat berbahaya bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Selain merusak kehidupan orang lain, penyakit ini sangat menyiksa batin penderitanya. Bahkan ia akan menderita hingga di hari akhirat. Jika Anda termasuk penderita penyakit ini, maka renungkan dengan sungguh-sungguh bahwa penyakit ini akan merusak keimanan, dan amal kebajikan anda.

Langkah-langkah pengobatannya sebagai berikut :

1. Paksa diri Anda untuk menyayangi orang yang menjadi sasaran dengki. Rasa kasih sayang itu akan dapat mengobati tekanan batin Anda yang diakibatkan penyakit dengki. Jika saat itu masih muncul kecenderungan negatif, lawan dan paksalah untuk berbuat baik. Yakinlah secara perlahan hati Anda akan menghormatinya.

2. Lihat kebaikan yang ada pada diri Anda dan renungkan dengan tulus bahwa karunia Allah itu sekarang ada padanya.

3. Paksa diri Anda untuk memuji kebaikannya di depan orang lain orang lain. Meski awalnya perilaku Anda nampak tidak wajar, karena tujuannya untuk perbaikan diri, secara bertahap akan menjadi murni dan tulus. Insya Allah, dari hari ke hari hal itu akan menjadi kenyataan dan hati Anda akan mengikuti lisan untuk mengharga nilai dan kualitas yang baik.

4. Yakinkan pada diri Anda dan pahami bahwa orang yang menjadi sasaran diri Anda adalah hamba Allah. Mungkin kelebihannya adalah karunia Allah yang saat ini Dia tetapkan baginya dan belum bagi Anda.

5. Jika orang yang menjadi sasaran dengki itu adalah seorang ulama yg diberkahi ilmu dan takwanya, Anda harus memahami bahwa dialah orang pilihan Allah, yang diberkahi jasa besarnya. Paksa diri Anda untuk mencintai dan menghormatinya.

6. Di setiap tahap penyembuhan, jangan mengira bahwa pesan moral ini tidak bisa menyembuhkan. Pikiran keliru itu dipengaruhi oleh setan dan nafsu aramah, yang ingin mengacaukan usaha anda untuk sembuh. Berharaplah kepada Allah yang telah berjanji akan membimbing dan membantu mereka yang berjuang melalui karunia-Nya yang tak terlihat.

Ketahuilah bahwa karena penyakit hati, Allah Suhanahu Wata'ala murka dan memutuskan hubungan dengan penderitanya, sehinga ia tidak punya hubungan lagi dengan-Nya.

Wallahu A'lam

“Kita bekerja bukan untuk memenuhi obsesi pribadi melainkan untuk ibadah. Kita harus ikhlas menjalani seluruh amal baik. Proyek Allah akan dibiayai Allah manusia hanya bisa menjalankannya.” Tetap semangat Yakinlah Allah bersama kita yang akan senantiasa menolong kita. diberengi dengan usaha dan doa yang membutuhkan waktu ekstra dan cukup menguras tenaga untuk mengoptimalkan segala kemampuan dalam diri untuk mendapatkan hasil yang terbaik pastinya.

Kadang kita merasa jenuh dengan aktifitas kita yang lumayan padat, harapannya bisa mengoptimalkan apa yang menjadi amanahnya. Karena amanh itu tidak diminta tetapi diberi, Allah memberikan amanah itu memang sudah tanggung jawab kita mau ataupun tidak mau , serta dilaksanakan semampunya untuk menjalani amanah itu.
 

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" Al Ahzab : 72 - 73

Walaupun tidak mudah seperti yang dibayangkan, semuanya adalah proses untuk belajar karena dunia ini adalah tempat belajar dan menanam benih sebelum nantinya kita akan memperoleh hasilnya di akherat. medan yang sebenarnya adalah dunia ini sebagai media untuk kita mempersiapkan diri mengahadap kehadirat Ilahi Rabbi guna untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kita lakukan, sebagai janji kita sebelum dilahirkan dan setelah dilahirkan. 

Kadang rasa putus asa itu muncul, tetapi itu adalah rayuan setan, setan yang senantiasa memberikan harapan-harapan indah tetapi sebenarnya itu hanyalah harapan kosong belaka tidak ada realitanya. Kuncinya adalah tetap istiqomah saudaraku dan memohonlah kepada Allah Karena Allah tidak akan menguji hamba Nya di luar batas kemampuannya. 

Allah adalah tempat memohon dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Allah tempat bergantung, bila banyak masalah memohonlah hanya kepada Allah, Bila kita dekat dengan Allah maka apa yang kita inginkan Insya Allah akan Allah kabulkan. Positif thinking bahwa apa yang Allah berikan kepada kita itulah yang terbaik untuk kita. Karena Allah yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Segalanya,……… 

Kadang atau seringkali kita manusia hanya bisa mengeluh dan sedikit bersyukur padahal banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita sejak kita lahir hingga sekarang ini. Tidak terhitung nikmat itu, tetapi kita sebagai hamba Nya berapa waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah bersyukur akan nikmat yang Allah berikan 24 jam/hari berapa menit kita gunakan untuk mengingat Allah. 

sesungguhnya dunia ini hanya sementara semoga kami dapat memanfaatkan sisa umur hidup di dunia ini dengan baik. Senantiasa istiqomah di jalan Nya, karena hanya kepada Nya kita akan kembali. Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalani hari-hari di dunia ini untuk mendapatkan ridho Nya. 

Manusia hanya bisa merencanakan, berusaha, berdoa dan berikhtiar selanjutnya hanya Allah Subhanahu Wata'ala yang menentukan semoga kita menjadi salah satu orang-orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allooh berikan, dan semoga diberikan tempat peristirahatan di surga nantinya. Amin… 

Semangat tiada henti, belajar dan terus belajar karena semuanya butuh proses, jatuh bangun suatu hal yang bisa membangun kita untuk menjadi lebih baik,  jangan merasa puas apa yang didapatkan sekarang karena kesempurnaan hanya milik Allah. Semoga senantiasa menjadi pribadi yang tawaduk dijauhkan dari sifat sombong… Amin..

Wallahu A'lam